Tak untuk dipuja

Tak untuk dipuja

Tasikmalaya, sept 3 08

Wed, 11:12 pm

Aku bangga menjadi bagian jiwamu

Meski aku terletak di akhir bagian itu

Aku bangga menjadi diriku yang ada untukmu

Meski curahan darahku tak sebanyak yang kau aliran untukku

Aku bangga menjadi apa yang mampu selalu kau lihat

Meski sedikit cintamu memahat

Aku bangga menjadi apa yang kau injak

Meski sedikit tapak kakiku ku berjejak

Aku bangga menjadi apa yang kau sandarkan

Meski tak semua yang kusarankan kau nyatakan

Namun aku sadar kawan

Aku hanyalah sesosok mahkluk penuh kelemahan

Aku terbatas tuk membuat segalanya pantas

Seonggok kapas puntak mampu ku angkat

Jika telah nampak beban berat melekat di pundak

Jika telah nampak aku berlumur darah

Tergeletak diatas segala perintah

Aku hanyalah manusia yang penuh keluh kesah

Aku hanyalah seperti ini

Tak lebih seperti apa yang kau lihat

Sebuah mayat yang diberi nyawa

Lalu hidup dengan meniadakan cahaya

Hingga terbelenggu gelap dan tak bisa apa-apa

Hanya dengan sabar dan tawakal aku mampu berdiri dan berlari seperti ini

Inilah segudang keterbatasan yang aku punya

Yang telah membawa aku ada di bagian-bagian jiwa manusia

Untuk di cerca dan dihina

Tak untuk dipuja

Bara yang takkan padam

Dalam pilu aku bergeming

Tentang usia dan segala tingkah raganya

Kini waktu berlalu dua puluh dua

Saatnya lagi ku menyunting segalanya.

Terimakasih Tuhan..

Senantiasa Kau karuniakanku pada pertambahannya

Aku kan melepuh oleh keriput, menuju senja

Terimakasih Manusia…

Aku hadir dalam jiwa-jiwa pembenci dan penyuka

Untukku bangun seorang aku seperti manusia seharusnya

Kebaikan dan segala yang kau lakukan adalah bara yang takkan pernah padam…

Tasik, may 27 2009

Tasik, may 27 1987

Introspeksi…..!!!

aku tetap seperti apa yang dikira

menjadi segala penyebab terbakarnya angkara

selalu menjadi bagian penting dari gentingnya keadaan

akulah api……

akulah penulis hebat yang mampu melayangkan setiap mata memandang

akulah penyair hebat yang akan melambungkan jiwa pada decak kagum

namun ketahuilah dibalik semua itu

aku hanyalah seorang manusia yang belum bisa melaksanakan satu pesan singkat saja

aku pun tak punya cermin untuk melihat diri sendiri

pengalaman seolah hilang menjadi abu pengiring masa lalu

pelajaran dan hikmah kulalui bak angin subuh yang ku hindari

dimanakah letak kesempurnaan itu?

Tunjukkan padaku jalan untuk belajar tidak bersalah

Arahkan aku untuk menjadi bagian benarnya sebuah langkah

Agar tak ada lagi yang tersakiti

Agar semua terkendali…..

Introspeksi…..!!!

Memungut puing-puing cermin yang ku banting

Menyusun kembali setiap huruf-huruf yang ku pelajari

Melupakan bagaimana harus berkarya, bermain kata-kata

Lalu mencoba untuk melangkah ke awalan pesan

dan belajarlah untuk melaksanakannya….

tasik, may 15 09

fri. 00:41 am

Pertemuan

Ku tabur pagi dengan semangat

Kukuhkan embun dalam penat sesaat

Dalam erat jeratan kasih mentari

Ku kokohkan cinta hari ini

Tak perlu lagi ada tanya

Tak usah ragu mengelu mesra

Biarlah pertemuan itu mengusap segalanya

Telah ku hadirkan drama besar kehidupan mencengangkan

Untuk pertama kalinya

Injakan asing di pelatar gubuk tua

Serta berbaring terlelap di dalamnya

Disampingnya kau menemani

Lalu terjaga oleh mentari baru dari ufuk timur tasikmalaya

Rumah mu jua….

Tasikmalaya, May 10 09

Hari ini milikmu

Cobalah seteguk ini, seteguk saja

Tak usah di tenggak jika tak suka

Duduklah baik dengan ini, duduk saja

Tak usah bertindak, jika tak bisa

Akan ada sebuah aliran makna menjalar di otakmu

Sebelah kanan otakmu bergerak ke arahku

Meraba-raba ini, mencari-cari ini

Cobalah sebentar saja

Tak usah lama-lama jika tak bisa

Cicipilah hangatnya cinta dari ini

Sentuhan bijak tuk belajar mencintai diri sendiri

Dengan hanya menanamkan benih-benih motivasi

Tuk mulai berjalan di hari ini

Duduklah sesaat nikmati beberapa detik waktu

Siapkanlah dulu apa yang kau tau

Lalu mulailah berfikir…

Hari ini milikmu dan memilikimu